Cara Cepat Menghafal Huruf ke Angka dan Tips Mengerjakan Deret Huruf TPA
Deret huruf sering terasa lebih sulit dibandingkan deret angka karena peserta harus melakukan dua pekerjaan sekaligus: mengenali posisi huruf dalam alfabet dan menemukan pola perpindahannya.
Padahal, jika posisi huruf sudah cukup otomatis di kepala, deret huruf dapat dikerjakan hampir seperti deret angka biasa.
Kuncinya bukan menghafal seluruh pasangan A = 1 sampai Z = 26 satu per satu, tetapi menggunakan huruf jangkar, kelompok alfabet, pasangan cermin, dan teknik konversi cepat.
Jangan Menghafal A = 1 sampai Z = 26 Satu per Satu
Cara yang kurang efisien adalah menghafal:
A = 1
B = 2
C = 3
D = 4
dan seterusnya sampai Z = 26.
Saat ujian, metode seperti ini membuat peserta cenderung menghitung dari A setiap kali menemukan huruf tertentu.
Misalnya ketika ditanya posisi huruf R, peserta menghitung:
A, B, C, D, E, F...
Cara tersebut memakan waktu.
Gunakan titik jangkar alfabet.
Huruf jangkar yang wajib diingat
A = 1
E = 5
J = 10
O = 15
T = 20
Y = 25
Z = 26
Dari titik tersebut, huruf lain dapat ditemukan hanya dengan maju atau mundur beberapa langkah.
Contoh
Berapa posisi huruf R?
O = 15.
R berada tiga langkah setelah O.
O → P → Q → R
Maka:
R = 18
Tidak perlu menghitung dari A.
Teknik Kelipatan 5
Salah satu cara tercepat menguasai posisi alfabet adalah menghafal huruf pada kelipatan 5.
PosisiHuruf5E10J15O20T25Y
Cukup ingat:
5 – E
10 – J
15 – O
20 – T
25 – Y
Setelah itu, gunakan huruf terdekat.
Contoh 1
Huruf ke-17?
O = 15.
Dua langkah setelah O adalah Q.
Jadi:
17 = Q
Contoh 2
Posisi huruf W?
Y = 25.
W berada dua posisi sebelum Y.
Maka:
W = 23
Contoh 3
Huruf ke-12?
J = 10.
Dua langkah setelah J adalah L.
Maka:
12 = L
Hafalkan Alfabet dalam Blok Lima Huruf
Daripada menghafal 26 pasangan secara terpisah, bagi alfabet menjadi blok berikut.
A B C D E
1 2 3 4 5
F G H I J
6 7 8 9 10
K L M N O
11 12 13 14 15
P Q R S T
16 17 18 19 20
U V W X Y
21 22 23 24 25
Z
26
Dengan sistem ini, posisi huruf menjadi jauh lebih mudah diperkirakan.
Misalnya:
S
S berada pada kelompok:
P Q R S T
yang nilainya:
16, 17, 18, 19, 20.
Jadi:
S = 19
Hafalkan M = 13 dan N = 14
Selain kelipatan 5, dua huruf tengah alfabet ini sangat berguna:
M = 13
N = 14
Dari sini otomatis terbentuk:
K = 11
L = 12
M = 13
N = 14
O = 15
Ini membuat area tengah alfabet mudah dikenali tanpa menghitung dari awal.
Gunakan Pasangan Cermin Alfabet
Ada satu trik yang sangat berguna untuk soal deret huruf.
Pasangan huruf dari ujung depan dan belakang alfabet selalu memiliki jumlah posisi:
27
Contoh:
A = 1 dan Z = 26
1 + 26 = 27
B = 2 dan Y = 25
2 + 25 = 27
C = 3 dan X = 24
3 + 24 = 27
D = 4 dan W = 23
4 + 23 = 27
Pasangan cermin alfabet
A ↔ Z
B ↔ Y
C ↔ X
D ↔ W
E ↔ V
F ↔ U
G ↔ T
H ↔ S
I ↔ R
J ↔ Q
K ↔ P
L ↔ O
M ↔ N
Trik ini sangat berguna pada pola seperti:
A, Z, B, Y, C, X, ...
Huruf berikutnya langsung dapat dikenali sebagai:
D
Kapan Huruf Perlu Diubah Menjadi Angka?
Tidak semua deret huruf harus diubah menjadi angka.
Contoh:
A, C, E, G, I, ...
Pola sudah terlihat:
lompat satu huruf setiap langkah.
Jawaban:
K
Tidak perlu menulis:
1, 3, 5, 7, 9.
Namun konversi huruf ke angka sangat disarankan jika:
jarak antarhuruf tidak langsung terlihat;
perpindahan melewati Z;
besar lompatan berubah;
pola maju dan mundur;
terdapat pola ganjil-genap;
terdapat dua atau tiga deret sekaligus;
atau posisi huruf menggunakan perkalian.
Trik Melewati Huruf Z
Deret huruf bersifat melingkar.
Setelah:
X → Y → Z
kembali ke:
A → B → C.
Misalnya:
W + 8
W = 23
23 + 8 = 31
Karena alfabet hanya sampai 26:
31 − 26 = 5
Huruf ke-5 adalah:
E
Jadi:
W + 8 = E
Rumus cepat
Jika hasil lebih dari 26:
kurangi 26
Trik Mundur Melewati Huruf A
Contoh:
C − 7
C = 3
3 − 7 = −4
Karena hasil berada di bawah 1:
−4 + 26 = 22
Huruf ke-22 adalah:
V
Jadi:
C − 7 = V
Rumus cepat
Jika hasil kurang dari 1:
tambahkan 26
Jangan Menghitung Huruf Satu per Satu
Misalnya:
R + 8
Cara lambat:
S, T, U, V, W, X, Y, Z.
Cara cepat:
R = 18
18 + 8 = 26
Posisi 26 adalah:
Z
Selesai.
Semakin sulit deret huruf, semakin penting menggunakan posisi numerik.
Cara Cepat Membaca Pola Deret Huruf
Gunakan urutan pemeriksaan berikut:
1. Periksa jarak antarhuruf
2. Periksa arah maju atau mundur
3. Periksa perubahan besar lompatan
4. Periksa pola bergantian
5. Pisahkan posisi ganjil dan genap
6. Jika masih gagal, periksa tiga jalur
7. Periksa pola pasangan atau cermin
8. Uji kemungkinan operasi pada posisi angka
Urutan ini mencegah peserta mencoba pola secara acak.
Pola 1 — Lompatan Tetap
Contoh:
C, F, I, L, O, ...
Posisi:
C = 3
F = 6
I = 9
L = 12
O = 15
Pola:
+3, +3, +3, +3
Berikutnya:
15 + 3 = 18
Huruf ke-18 adalah:
R
Jawaban: R
Pola 2 — Lompatan Bertingkat
Contoh:
B, E, K, T, F, ...
Pergeseran:
B → E = +3
E → K = +6
K → T = +9
T → F = +12
Terlihat:
+3, +6, +9, +12
Besar lompatan bertambah 3.
Berikutnya:
+15
F = 6
6 + 15 = 21
Huruf ke-21:
U
Jawaban: U
Pola 3 — Kelipatan 5
Contoh:
D, I, S, H, B, ...
Perpindahan:
D → I = +5
I → S = +10
S → H = +15
H → B = +20
Maka pola:
+5, +10, +15, +20
Berikutnya:
+25
B = 2
2 + 25 = 27
27 − 26 = 1
Huruf ke-1 adalah:
A
Jawaban: A
Pola 4 — Maju dan Mundur Bergantian
Contoh:
M, R, H, W, C, ...
Periksa perpindahan:
M → R = +5
R → H = −10
H → W = +15
W → C = −20
Pola besarnya:
5, 10, 15, 20
Arah:
+, −, +, −
Berikutnya:
+25
C = 3
3 + 25 = 28
28 − 26 = 2
Huruf ke-2 adalah:
B
Jawaban: B
Pola 5 — Operasi Bergantian
Contoh:
B, G, E, J, H, M, ...
Perpindahan:
B → G = +5
G → E = −2
E → J = +5
J → H = −2
H → M = +5
Maka pola:
+5, −2, +5, −2, +5, ...
Berikutnya:
M − 2 = K
Jawaban: K
Pola 6 — Ganjil dan Genap
Ini merupakan salah satu pola paling penting dalam deret huruf.
Contoh:
A, Z, F, U, K, P, ...
Jika dibaca langsung, polanya terlihat tidak beraturan.
Pisahkan posisi ganjil:
A, F, K
Pola:
+5
Pisahkan posisi genap:
Z, U, P
Pola:
−5
Suku berikutnya berada pada posisi ganjil.
K + 5 = P.
Jawaban:
P
Petunjuk
Jika deret terlihat “acak”, jangan langsung mencari operasi kompleks.
Coba:
huruf ke-1, ke-3, ke-5
dan
huruf ke-2, ke-4, ke-6
Pola 7 — Dua Jalur dengan Aturan Berbeda
Contoh:
B, Y, L, T, V, O, ...
Posisi ganjil:
B, L, V
Pola:
+10
Posisi genap:
Y, T, O
Pola:
−5
Berikutnya adalah posisi ganjil.
V = 22
22 + 10 = 32
32 − 26 = 6
Huruf ke-6:
F
Jawaban: F
Pola 8 — Tiga Jalur
Jika pola ganjil-genap tidak menghasilkan hubungan yang jelas, coba kelompokkan setiap tiga posisi.
Contoh:
A, C, Z, F, H, U, K, M, P, ...
Jalur pertama:
A, F, K
Pola:
+5
Jalur kedua:
C, H, M
Pola:
+5
Jalur ketiga:
Z, U, P
Pola:
−5
Suku berikutnya kembali ke jalur pertama.
K + 5 = P.
Jawaban:
P
Pola 9 — Pasangan Huruf
Contoh:
A, D, B, E, C, F, ...
Kelompokkan:
A – D
B – E
C – F
Huruf pertama pasangan:
A, B, C
Huruf kedua pasangan:
D, E, F
Pasangan berikutnya:
D – G
Jika hanya ditanyakan satu huruf berikutnya:
D
Pola 10 — Cermin Alfabet
Contoh:
A, Z, C, X, E, V, ...
Pisahkan:
A, C, E
Pola:
+2
dan:
Z, X, V
Pola:
−2
Berikutnya adalah:
E + 2 = G
Jawaban:
G
Pola 11 — Posisi Huruf Dikalikan
Tidak semua deret huruf menggunakan penjumlahan.
Contoh:
C, F, L, X, V, ...
Ubah menjadi posisi:
C = 3
F = 6
L = 12
X = 24
V = 22
Perhatikan:
3 × 2 = 6
6 × 2 = 12
12 × 2 = 24
24 × 2 = 48
48 − 26 = 22
Maka menghasilkan V.
Berikutnya:
22 × 2 = 44
44 − 26 = 18
Huruf ke-18:
R
Jawaban: R
Teknik 10 Detik Saat Mengerjakan Deret Huruf
Gunakan alur berikut.
Detik 1–3
Lihat apakah pola visual sudah langsung terlihat.
Contoh:
A, D, G, J
jelas +3.
Detik 4–6
Jika belum terlihat, ubah dua atau tiga huruf ke angka.
Detik 7–10
Periksa:
selisih, arah, ganjil-genap, atau lompatan bertingkat.
Jika masih belum terlihat, baru gunakan analisis lebih dalam.
Trik Cepat Huruf ke Angka
Gunakan anchor berikut:
A = 1
E = 5
J = 10
M = 13
N = 14
O = 15
T = 20
Y = 25
Z = 26
Contoh:
Q = ?
O = 15
Q dua langkah setelah O.
Q = 17
W = ?
Y = 25
W dua langkah sebelum Y.
W = 23
L = ?
J = 10
L dua langkah setelah J.
L = 12
Trik Cepat Angka ke Huruf
Misalnya:
18 = ?
T = 20.
Mundur dua:
S = 19
R = 18
Jadi:
18 = R
23 = ?
Y = 25.
Mundur dua:
X = 24
W = 23
Jadi:
23 = W
11 = ?
J = 10.
Maju satu:
K
Jadi:
11 = K
Latihan Kilat Hafalan
Coba jawab tanpa menghitung dari A.
Q = ?
Jawaban: 17
W = ?
Jawaban: 23
14 = ?
Jawaban: N
19 = ?
Jawaban: S
H = ?
Jawaban: 8
24 = ?
Jawaban: X
Latihan Deret Huruf
Soal 1
D, H, M, S, Z, ...
Pergeseran:
+4, +5, +6, +7
Berikutnya:
+8
Z = 26
26 + 8 = 34
34 − 26 = 8
Huruf ke-8:
H
Jawaban: H
Soal 2
C, H, P, A, O, ...
Pergeseran:
+5, +8, +11, +14
Besar lompatan bertambah:
+3
Berikutnya:
+17
O = 15
15 + 17 = 32
32 − 26 = 6
Huruf ke-6:
F
Jawaban: F
Soal 3
B, W, G, R, L, M, ...
Posisi ganjil:
B, G, L
Pola:
+5
Posisi genap:
W, R, M
Pola:
−5
Berikutnya posisi ganjil:
L + 5 = Q
Jawaban:
Q
Soal 4
M, R, H, W, C, ...
Pola:
+5, −10, +15, −20
Berikutnya:
+25
C +25 = B
Jawaban:
B
Soal 5
D, H, P, F, L, ...
Posisi:
4, 8, 16, 6, 12
Pola:
×2
4 × 2 = 8
8 × 2 = 16
16 × 2 = 32 → 6
6 × 2 = 12
Berikutnya:
12 × 2 = 24
Huruf ke-24:
X
Jawaban:
X
Kesalahan yang Sering Membuat Deret Huruf Terasa Sulit
1. Selalu menghitung dari A
Gunakan anchor.
Jangan menghitung:
A, B, C, D...
setiap kali ingin mencari posisi huruf.
2. Lupa bahwa setelah Z kembali ke A
Deret alfabet bersifat melingkar.
Contoh:
Y + 4
Y = 25
25 + 4 = 29
29 − 26 = 3
Huruf ke-3:
C.
3. Hanya mencari pola penjumlahan
Posisi huruf juga dapat menggunakan:
pengurangan;
perkalian;
pola bergantian;
dua jalur;
tiga jalur;
pasangan;
atau pola cermin.
4. Tidak memisahkan posisi ganjil dan genap
Jika deret tampak sangat acak, selalu periksa:
1 – 3 – 5 – 7
dan:
2 – 4 – 6 – 8
Sering kali pola yang rumit berubah menjadi dua pola yang sangat sederhana.
5. Memaksakan pola yang hanya cocok pada sebagian deret
Pola yang benar harus mampu menjelaskan seluruh transisi.
Jangan hanya karena tiga huruf pertama cocok, lalu menganggap pola sudah ditemukan.
Cheat Sheet Deret Huruf
Anchor alfabet
A = 1
E = 5
J = 10
M = 13
N = 14
O = 15
T = 20
Y = 25
Z = 26
Pasangan cermin
A – Z
B – Y
C – X
D – W
E – V
F – U
G – T
H – S
I – R
J – Q
K – P
L – O
M – N
Rumus cepat
Lebih dari 26 → kurangi 26
Kurang dari 1 → tambah 26
Urutan diagnosis
Jarak → arah → lompatan → pola bergantian → ganjil-genap → tiga jalur → pasangan → operasi posisi
Penutup
Cara tercepat menguasai deret huruf bukan dengan menghafal alfabet dari A sampai Z berulang kali.
Bangun terlebih dahulu beberapa titik jangkar:
A = 1, E = 5, J = 10, O = 15, T = 20, Y = 25, Z = 26.
Setelah itu, biasakan mengubah huruf menjadi angka secara acak.
Ketika melihat:
R
targetnya adalah otak langsung mengenali:
18
bukan menghitung dari A.
Setelah konversi huruf dan angka mulai otomatis, deret huruf dapat diperlakukan seperti deret angka.
Periksa:
jarak, arah, besar lompatan, pola bertingkat, posisi ganjil-genap, pola pasangan, dan hubungan antarposisi.
Semakin cepat proses konversi huruf ke angka, semakin banyak waktu yang dapat digunakan untuk bagian terpenting dari soal: menemukan pola yang tersembunyi.